IMPLEMENTASI MANAJEMEN RISIKO

DI AULA INSPEKTORAT KABUPATEN GROBOGAN

10 NOVEMBER 2021

 

WhatsApp Image 2021 11 11 at 212046

Purwodadi, Grobogan - Mengambil tempat di Aula Inspektorat Kabupaten Grobogan pada hari Rabu tanggal 10 November 2021, telah dilaksanakan koordinasi Implementasi Manajemen Risiko di lingkungan Pemerintah Kabupaten Grobogan sebagai tindaklanjut dari kegiatan Implementasi Penerapan Manajemen Risiko di Hall Hotel Griya Persada Bandungan 16 s.d 18 September 2021 yang lalu. Peserta acara tersebut dihadiri oleh 49 OPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Grobogan yang menangani manajemen risiko di tempat wilayah kerja masing-masing.

WhatsApp Image 2021 11 11 at 212046 1

 

Acara tersebut dibuka oleh Plt. Sekretaris Inspektorat Kabupaten Grobogan Supardi, S.H.,M.M dan dengan narasumber dari Auditor Inspektorat Kabupaten Grobogan Agus Supriyanto, S.T dan Sekretaris Bappeda Kabupaten Grobogan Afi Wildani, S.T.,M.Eng. Dalam paparan oleh Agus Supriyanto, S.T, menjelaskan kembali mengenai risiko dan bagaimana mengidentifikasi risiko di lingkungan masing-masing OPD, bagaimana menyusun kertas kerja manajemen risiko (operasional dan startegis) dan dokumen Rencana Tindak Pengendalian (RTP) strategis dan operasional OPD yang semuanya itu merupakan kewajiban yang harus dicukupi oleh masing-masing OPD untuk TA. 2021 dan 2022.

WhatsApp Image 2021 11 11 at 212045 

Pada narasumber kedua oleh Afi Wildani, S.T.,M.Eng, menjelaskan mengenai istilah-istilah Pedoman pengelolaan risiko melalui Perbup Grobogan Nomor 35 Tahun 2021; Struktur pengelola risiko Kabupaten Grobogan; Tahapan pengelolaan risiko; Langkah kerja dan ikhtisar penilaian risiko; Perda Nomor 8 tahun 2021 mengenai RPJMD Kab. Grobogan 2021-2026; Penjelasan pada Misi Ke-4 pada RPJMD 2021-2026; Indikator sasaran dan indikator program penunjang urusan Pemerintahan Daerah; hingga Cascading model pohon kerja serta levelling indikator dalam RPJMD dan Renstra OPD sesuai Permendagri Nomor 90 Tahun 2019.

Diharapkan semua OPD mendapat gambaran untuk pengisian kertas kerja manajemen risiko dan dokumen RTP yang harus dicukupi. Bappeda beserta Inspektorat Kabupaten Grobogan akan selalu siap sedia mendampingi dan membantu rekan-rekan OPD yang masih kesulitan dalam proses penyusunan kertas kerja manajemen risiko dan dokumen RTP strategis dan operasional OPD, begitu kata Supardi, S.H.,M.M diakhir acara tersebut.

 

 

 

Hari ini 34

Kemarin 24

Minggu ini 34

Bulan ini 181

Keseluruhan 21816

Currently are 6 guests and no members online